Manajemen Berbasis Sekolah

A. PENGANTAR


Penerapan ciri-ciri MBS (Unit 1-3) di sekolah bukan hal yang mudah. Pengertian ciri-ciri MBS tidak hanya secara teoretis tetapi juga berdasarkan alplikasi langsung di sekolah. Fasilitator hanya memaparkan beberapa pengertian pokok tentang MBS. Kepekaan dan pemahaman peserta tentang aplikasi tersebut ditumbuhkembangkan melalui kegiatan kunjungan ke sekolah dan diskusi. Sekolah yang dikunjungi hendaknya dipilih sekolah yang kinerjanya tergolong baik, atau paling tidak menonjol dalam bidang tertentu, misalnya: penataan lingkungan, peningkatan partisipasi masyarakat, pengelolaan KBM, atau pengelolaan keuangan.

Setelah peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, hasil rumusan Unit 1-3 dapat digunakan untuk mempersiapkan aspek-aspek apa saja yang mau diobservasi pada waktu kunjungan sekolah. Peserta didorong untuk memanfaatkan sebanyak-banyaknya metode/instrumen untuk menggali cara penerjamahan ciri-ciri MBS dalam setiap aspek pengelolaan sekolah sehari-hari.

B. TUJUAN


Peserta pelatihan diharapkan dapat:

  • Mengembangkan instrumen observasi untuk mengumpulkan data dan informasi tentang ciri-ciri keberhasilan pengelolaan sekolah MBS yang berhasil;
  • Mengidentifikasi dan merumuskan kunci keberhasilan yang dicapai oleh suatu sekolah;
  • Mengidentifikasi ciri-ciri MBS dan sejauhmana keterlaksanaan suatu sekolah (baik ataupun kurang baik);
  • Mempertimbangkan perbedaan dan penyebab aplikasi MBS di antara sekolah-sekolah yang telah dikunjungi;
  • Mengaktifkan peserta dalam kelompok untuk saling berbagi pandangan dan pengalaman dalam pengelolaan sekolah, meningkatkan par-tisipasi orang tua dan masyarakat, serta kerja sama dengan masyarakat/lembaga/ badan di luar sekolah.

C.BAHAN DAN ALAT


  • Transparansi 1: Langkah Kegiatan
  • Transparansi 2: Tabel Pengisian
  • Bahan untuk Peserta – Tabel Pengisian
  • Bahan untuk Peserta-Contoh Tabel Pertanyaan

D. LANGKAH KEGIATAN


*Peserta dibagi menjadi 3 kelompok campuran yang terdiri atas:

  • Kepala sekolah dan pengawas
  • Guru
  • Komite Sekolah dan Tokoh Masyarakat


Sebelum pembahasan kunjungan sekolah, perlu disiapkan tiga (3) sekolah yang akan dikunjungi. Sekolah yang akan dikunjungi adalah sekolah yang berhasil atau kreatif pada salah satu atau lebih hal-hal berikut:

  • Pengelolaan keuangan
  • Pengelolaan partisipasi masyarakat
  • Pengelolaan kegiatan belajar-mengajar (KBM)
  • Pengelolaan lingkungan sekolah


Langkah-langkah kegiatan untuk meningkatkan kepekaan dan pemahaman peserta tentang aplikasi MBS di tingkat sekolah terinci sebagai berikut:

1. Pembagian kelompok (15 menit)


Peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Peserta yang berasal dari sekolah yang sama tidak boleh berkumpul pada satu kelompok, tetapi dibagi secara merata ke tiga kelompok.

Tiap kelompok kemudian dibagi lagi menjadi 4 sub-kelompok yang meliputi:

  • Sub Kelompok Keuangan
  • $

  • Sub Kelompok Partisipasi Masyarakat
  • Sub Kelompok KBM
  • Sub Kelompok Lingkungan Sekolah


2.Diskusi kelompok: persiapan kunjungan ke sekolah (45 menit)


Tiap Sub-kelompok mengembangkan sebanyak-banyaknya pertanyaan yang akan diajukan atau hal-hal yang perlu diobservasi pada waktu kunjungan sekolah serta menentukan cara mendapatkan jawabannya. Misalnya, melalui tabel isian, daftar pertanyaan wawancara, dan kuesioner. Jika dipandang perlu, mereka dapat melakukan pengumpulan dan analisis dokumen. (45 menit). Hasil kerja tiap sub-kelompok ditulis dalam format berikut.

Penjelasan pengisian kolom:

Pertanyaan yang diajukan bertujuan untuk mengungkapkan apakah sekolah yang dikunjungi telah mempunyai unsur-unsur yang menerapkan prinsip MBS atau belum. Dalam mengembangkan pertanyaan hendaknya ditekankan pada pertanyaan “Mengapa dan Bagaimana”, bukan pada “Apa, Berapa, Kapan, dan Di mana” yang biasanya dapat diperoleh dari dokumen sekolah.
Sumber informasi dapat berupa orang (nara sumber), dokumen, atau statistik sekolah.

3. Berkunjung ke sekolah (150 menit)


Fasilitator dan peserta berkunjung ke SD yang telah ditentukan. Fasilitator selalu mengingatkan petatar tentang ketepatan waktu untuk kembali ke tempat pelatihan (ialah sekitar 150 menit).

4. Diskusi: merumuskan temuan dan menarik kesimpulan (30 menit)


Setelah kembali dari kunjungan, fasilitator meminta ketua kelompok untuk merumuskan temuan tiap sub-kelompok, dan mengidentifikasi hal-hal yang berbeda, inovatif, dan menonjol dari sekolah yang dikunjungi. (30 menit).

5. Laporan hasil kunjungan (60 menit)

Diskusi kelas: tiap kelompok melaporkan hasil temuannya dan mengemukakan gagasan tentang apa yang mungkin diterapkan di sekolahnya. (45 menit).

6. Merumuskan kembali ciri-ciri sekolah MBS (30 menit)


Tiap kelompok merumuskan kembali ciri-ciri sekolah yang telah menerapkan MBS. (15 menit). Hasil rumusan ciri-ciri MBS ditulis indah di karton manila dan dipajangkan.

E. BAHAN UNTUK FASILITATOR


Bahan dibawah ini ditulis berdasarkan pengalaman dari beberapa sekolah yang telah menerapkan MBS.



No Masalah/Pertanyaan Alaternatif Jawaban Sumber Informasi
1 Bagaimana perhatian masyarakat terhadap sekolah

Setelah diterapkan MBS Perhatian masyarakat semakin baik, hal ini dapat dilihat pada kegiatan yang mendapat dukungan masyarakat, misalnya pada waktu sebelum awal tahun ajaran orangtua membersihkan kelas, dimana anak-anak mereka belajar kami ada ”paguyuban wali murid”. Kelompok ini memikirkan dan membantu kegiatan belajar anak dikelas.

Mereka datang kesekolah untuk bertanya tentang prestasi anaknya.

Sekolah tidak saja dibantu oleh orangtua, tetapi masyarakat juga membantu, seperti RT, RW, Desa dsb.

KS, Komite, GR
2 Apakah masyarakat juga memberi perhatian pada kesejahteraan guru dan bagaimana bentuknya

Kesejahteraan menurut kami tidak selalu berarti tambahan uang, akan tetapi perhatian, dukungan, dan saling terbuka di antara kami juga merupakan bentuk lain kesejahteraan.

Yang kami lakukan antara lain:

  • Membantu pengadaan minum atau makanan kecil untuk guru disekolah

  • Memberikan bingkisan pada hari raya

  • Memberikan dorongan agar anak lebih giat belajar dirumah

  • Menjalin hubungan yang saling mendukung antara kami dan guru

  • Menyediakan kendaraan untuk kegiatan di luar sekolah
Komite, Orang Tua, Paguyuban
3 Bagaimana sekolah memotivasi masyarakat agar berpartisipasi di sekolah

Kami memulai dengan menyusun program sekolah bersama mereka, kami tidak selalu bicara uang, tetapi lebih kepada kegiatan yang perlu dilaksanakan agar anak menjadi lebih baik

Kami juga mengadakan kunjungan rumah kepada siswa yang kurang maupun yang lebih

Yang paling penting adalah kami mewujudkan apa yang telah kami sepakati

KS, GR, Komite
4 Apakah kendala yang dihadapi dalam menggerakkan PSM

Mengubah pandangan masyarakat dari pandangan lama bahwa sekolah atau pendidikan itu tanggungjawab pemerintah/sekolah saja menjadi tanggungjawab bersama antara orangtua, masyarakat dan pemerintah.

Tidak semua guru dengan serta merta menyambut MBS ini ada yang cepat dan ada yang santai dan bahkan yang bertahan dengan pola lama

KS, GR, Komite

Hasil Rumusan Peserta dari Kabupaten Pati tentang Ciri-ciri Sekolah yang Melaksanakan MBS


1. MANAJEMEN

Ciri-ciri manajemen yang mengacu pada MBS :

  • Visi dan misi yang dirumuskan bersama oleh Kepala Sekolah, Guru, unsur siswa, Alumni, dan Stakeholder;
  • Ada RIPS yang mengacu pada visi dan misi yang telah dirumuskan;
  • Penyusunan RAPBS sesuai dengan RIPS yang disusun bersama oleh kepala sekolah, guru, dan komite sekolah secara transparan;
  • Akuntabel (tanggung gugat);
  • Terwujudnya otonomi sekolah yang ditandai kemandirian dan dinamika sesuai dengan kebutuhan masyarakat;
  • Pengambilan keputusan dilaksanakan secara partisipatif dan demokratis;
  • Terbuka menerima masukan, kritik, dan saran dari pihak manapun demi penyempurnaan program;
  • Mampu membangun komitmen seluruh warga sekolah untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan;
  • Pemberdayaan seluruh potensi warga sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan;
  • Terciptanya suasana kerja yang kondusif untuk peningkatan kinerja sekolah;
  • Mampu memberikan rasa bangga kepada semua pihak (warga masyarakat dan sekolah);
  • Ada transparansi dan akuntabilitas publik didalam melaksanakan seluruh kegiatan.


2. PEMBELAJARAN

Pembelajaran yang dikehendaki dalam MBS

A. Siswa

  1. Mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa semaksimal-maksimalnya.
  2. Meningkatkan keaktifan siswa dalam menemukan, memecahkan masalah melalui berfikir ilmiah, logis, kritis, dan praktis.
  3. Berani mengemukakan pendapat dalam memecahkan masalah pada situasi kelompok untuk menyimpulkan hasil diskusi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  4. Tidak merasa tertekan dalam proses pembelajaran sehingga anak merasa senang menerima dan menggali informasi di sekitarnya.
  5. Menerapkan keterampilan bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan.


B. Guru

  1. Mendorong keaktifan siswa dengan mengemukakan gagasan, pendapat, dan ide baru di masa datang.
  2. Mengembangkan kegiatan yang beragam dengan menggunakan media dan metode yag bervariasi.
  3. Memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkatkan prestasi dengan jalan mengharagai karya anak melalui pajangan hasil kreativitas anak.
  4. Berusaha mencapai tujuan pembelajaran sesuai target dan waktu yang disediakan.


3. PERAN SERTA MASYARAKAT

A. Dana: Selain bersumber dari orang tua murid, juga bersumber dari warga masysrakat, pejabat, pengusaha, dan alumni.

Contoh:

Kupon Pendidikan:

  • Dijual melalui kepala desa jika ada warga yang mencari surat;
  • Dijual pada waktu menerima raport;
  • Dijual pada waktu menjual ternak.


Pisang MBS:

  • Setiap warga desa dititipi menanam pisang dan hasilnya diserahkan sekolah;
  • Hasil pisang dijual melalui lelang, pada saat/moment tertentu.


B. Barang:

  • Pengusaha memberi sarana yang di-butuhkan sekolah;
  • Orang tua murid memberi komputer sesuai kebutuhan sekolah;
  • Komite membuat papan nama;
  • Alumnus memberi material dll.


C. Keahlian:

– Membuat prakarya yang dapat dijual;
– Pelatihan/kegiatan pramuka.

D. Pemikiran:

  • Dalam mengatasi persoalan di sekolah (contoh putusan masuk pukul 6.30 memunculkan protes masyarakat, komite mendatangi dan menjelaskan manfaatnya dan sebabnya);
  • Pengawasan jika ada guru yang indisipliner;
  • Pembentukan paguyuban Kelas dengan segala aktivitas, baik material maupun non material;
  • Mensosialisasikan program sekolah melalui masyarakat (pengajian, rapat desa, dll).


E. Tenaga:

  • Membantu KBM;
  • Kerja bakti saat membangun/memperbaiki bangunan sekolah (Paving Blok, dll.);
  • Lelang Pisang dan Penjualan kupon pendidikan;
  • Nara sumber dalam bidang tenaga tidak tetap;
  • Komite sebagai Pembina upacara.

Bagan Rencana Kunjungan ke sekolah:

CIRI-CIRI MBS: LANGKAH KEGIATAN




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: