KONSEP PEMBELAJARAN ELEKTRONIK LEARNING

Disusun oleh:
Nama      : Ojim Suryana
Nim         :  0601990
Berbagai teknologi dan aplikasi tercipta dalam upaya pendukung kegiatan oprasional kehidupan manusia maupun organisasi termasuk kegiatan pembelajaran di sekolah-sekoplah. Berikut beberapa hal tentang media informasi dalam pembelajaran:

A.    Pengertian Teknologi Informasi dalam Pembelajaran
Richard Weiner dalam Websters New Word Dictionary and Communications disebutkan bahwa media informasi adalah pemrosesan, pengolahan dan penyebaran data oleh kombinasi computer dan telekomunikasi. Teknologi informasi (TI) menitik beratkan bagaimana data diolah dan diproses dengan menggunakan computer dan telekomunikasi.
Apabila TI alat untuk menambah kemampuan orang berkomunikasi, maka TI adalah pengerjaan data oleh computer dan telekomunikasi. Dalam konteks yamg lebih luas, TI merangkum semua aspek yang berhubungan dengan computer dan komunikasi dan teknik yang dugunakan untuk menangkap, menyimpan, memanipulasi, mengantar dan mempersembahkan suatu informasi yang besar.  Computer yang mengendalikan semua bentuk ide dan informasi memainkan peran yang sangat penting (Munir, 2004).
Akhirnya Elektronik Learning dapat di definisikan upaya menghubungkan pembelajaran (siswa dengan sumber pembelajaran (data base, guru, perpustakaan) yang secara fisik terpisah. Interaktivitas dalam hubungan tersebut dapat dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung.

B.    Hakikat Teknologi Informasi
TI (teknologi informasi) dapat menjadi pendorong kearah kemajuan bangsa. Salah  satu dampak tersebut adalah perkembangan pembangunan di bidang pendidikan. Ini merupakan jembatan menuju bangsa yang maju dimana mereka dapat memiliki alat yang membantu mereka mengembangkan usaha dan menikmati hasilnya secara mudah dan merata. Di era global sekarang ini tidak ada lagi sekat dalam hal akses informasi semua lapisan masyarakat punya kesempatan mengembangkan diri dalam segala hal.
Peran dunia pendidikan menjadi pintu utama untuk menyaring, mentransper dan memberikan constraints sehingga nilai tradisional yang positif tidak mudah terkikis.
Menurut data terakhir pada tahun 1999 lebih dari 100 juta orang menggunakan internet dan jumlah tersebut masi akan bertambah, seiring dengan bertambahnya kesadaran orang akan perlunya informasi dan semakin banyaknya kemudahan yang bisa didapat dari internet.
Situs khusus dalam dunia pendidikan ialah situs Sekolah 2000 yang semula SMU 2000, ini situs pendidikan terbesar tumbuh dari inisiatif APJII (Asosiasi Pengusaha Jaringan Internet Indonesia), mendapat dukungan dari Depdiknas dan Swasta lainnya. Dengan dukungan Depdiknas tersebut Sekolah 2000 membentuk komunitas pendidikan dengan 404 sekolah SLTP, SMUdan AMK Negri atau swasta yang tersebar di 20 propinsi (Sekolah.2000.or.id, Mei, 2001).

C.    Konsep Pembelajaran melalui Teknologi Informasi
Penggunaan internet untuk keperluai pendidikan yang semakin luas terutama di negara maju, merupakan fakta yang menunjukan bahwa dengan media ini dimungkinkan terselenggaranya proses pembelajaran yang epektif.
Pemanfaatan internet sebagai bagian dari pembelajaran di sekolah itu tidak mudah yang dibayangkan, banyak hal yang harus dipelajari, diperhatikan dan dilakukan sungguh-sungguh dalam menerapkannya. Internet harus mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru dengan siswa sebagaimana syarat pembelajaran. Kondisi yang harus mampu didukung oleh internet terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, dijabarkan secara sederhana bisa diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak siswa mengadakan tugas dan membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam rangka mengerjakan tugas tersebut (Boettcher, 1999).
Strategi pembelajaran yang meliputi pengajaran diskusi, membaca, penugasan, presentasi dan ilusi, secara umum keterlaksanaannya tergantung dari satu atau lebih dari 3 model dasar dialog komunikasi sebagai berikut (Boettcher, 1999):
–    Dialog/komunikasi antara guru dengan siswa.
–    Dialog/komunikasi antara siswa dengan sumber belajar.
–    Dialog/komunikasi di antara siswa.
Apabila ketiga aspek tersebut dapat diselenggarakan dengan komposisi yang serasi, diharapan akan terjadi proses pembelajaran yang optimal.

D.    Factor Pendukung Pembelajaran media Teknologi Informasi
Dasar untuk memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran dalam seting sekolah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan penanganan yang serius agar dapat berhasil, yaitu:
·    Faktor lingkungan, meliputi intitusi penyelenggaraan pendidikan dan masyarakat.
·    Siswa, meliputi usia, latar belakang, budaya, penguasaan bahasa dan gaya belajarnya.
·    Guru, meliputi latar belakang, usia, gaya mengajar, pengalaman dan personalitinya.
·    Factor teknologi, meliputi computer, perangkat lunak, jaringan, koneksi ke internet dan berbagai kemampuan tentang internet.

1.    Intitusi
Intitusi pertama yang dituntut adalah sekolah, sekolah harus menyediakan sejumlah dana untuk penyediaan peralatan (computer dan kelengkapannya, yang menyangkut internet), biaya perawatan alat tersebut, juga sumber daya manusia yang dapat mengajar di sekolah tersebut.
Intitusi lain adalah memberi kesadaran terhadap guru ataupun siswa tentang teknologi informasi dan komunikasi terutama tentang internet sebagai media pembelajaran. Terlihat hal yang paling mendasar dalam penerapan internet di sekolah adalah motivasi, kesiapan dan kesanggupan intitusi yang diwujudkan dengan suatu kebijakan yang menyeluruh.

2.    Masyarakat
Lingkungan keluarga adalah paling besar pengaruhnya anak menggunakan internet, maka itu keluarga diharapkan memberikan dorongan kepada anak untuk menggunakan internet terutama dalam pembelajaran karena sangat bermanfaat.
Hardijito (2001) dalam penelitiannya terhadap 210 siswa SMU dan SMK DKI Jakarta yang secara rutin mengakses internet, menentukan bahwa siswa yang rajin mengakses internet sebagian besar (55,7%) dating dari keluara yang semua anggotanya (orang tua, kakak, adik) menggunakan internet, dan (5,7%) dari keluarga yang sama sekali tidak mengunakan internet.
Selain keluarga, lingkungan paling dekat lainnya yang sangat mempengaruhi siswa menggunakan internet adalah teman sebaya.

3.    Guru
Keberhasilan pembelajaran berbasis internet ini secara signifikan ditentukan oleh karakteristik guru yang akan dilibatkan dalam pemanfaatan internet. Karena itu perlu diperhatikan hal-hal sebahai berikut:
·    Guru perlu diberikan pemahaman tentang internet keuntungan, kelebihan dan kekurangan dan sebagainya.
·    Guru harus diberi kesadaran, wawasan, pengetahuan tentang internet.
·    Guru harus memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup dalam hal mengajarnya.
·    Jumlah guru yang dilibatkan dalam pembelajaran harus sesuai dengan kebutuhan dan secara bertahap.
·    Guru harus mempunyai komitmen dan keseriusan dalam mengajar internet.
·    Guru tetap mengajar gaya mengajar masing-masing.

4.    Siswa
Dalam hal ini siswa adalah sasaran atau orang yang mendapat bimbingan atau pembelajaran internet, maka itu siswa haru menyadari dan mau untuk belajar internet ini, karena itu pembelajaran ini harus mampu menyerap, mendorong, memfasilitasi, dan membuat siswa mau mempelajarinya.
Wedde Smith (1956) menjelaskan bahwa konsumen pada dasarnya berbedsa, sehingga dibutuhkan program-program yang berbeda-beda pula untuk menjangkaunya. Kemudia diperkuat oleh Frederick Winter (1977) yang mengatakan bahwa averageckonsumen untuk kepentingan praktis sudah harus dihapuskan dalam kamus pemasaran (Kasali, 1999).

5.    Teknologi
Dalam pembelajaran internet untuk pembelajaran di sekolah, harus tersedia sejumlah computer yang bis mengakses internet, akan lebih baik komputer-komputer tersebut yang tersambung ke internet diletakan diruang yang sesuai, seperti laboratorium computer atau tempat strategis lainya. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi guru dan siswa dalam mengaksesnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: