Prosedur Kerja Untuk Pengendapan Protein dan Penentuan Protein

Judul: Prosedur Kerja Untuk Pengendapan Protein dan Penentuan Protein
Bahan ini cocok untuk Informasi / Pendidikan Umum bagian IPA / GENERAL SCIENCE.
Nama & E-mail (Penulis): Hada Ahkamajaya
Saya Mahasiswa di Yogyakarta
Topik: PROTEIN
Tanggal: 19 Desember 2007

PROSEDUR KERJA untuk PENGENDAPAN PROTEIN dan PENENTUAN PROTEIN

1. PENDAHULUAN

Dengan meningkatnya teknologi, industri dan ilmu pengetahuan , cara penentuan zat pada umumnya dan protein pada khususnya mengalami banyak perubahan. Peningkatan dan tercapainya akurasi yang tinggi dengan mempergunakan alat-alat yang modern.

Penentuan protein secara kuantitatif mempunyai arti penting bagi kehidupan sehari-hari. Tiap metode mempunyai kebaikan maupun kejelekan sendiri-sendiri dan tak ada yang 100 % ideal.

Akurasi tergantung bukan saja dari alat-alat yang tersedia di laboratorium pemeriksaan, tetapi juga dipengaruhi oleh waktu yang tersedia untuk melakukan percobaan, kehigienisan materi dan kebersihan lingkungan laboratorium sebagai tempat pengujian, dan kesemua itu tergantung pula pada rutin dan metode pemeriksaan di laboratorium.

2. PEMBAHASAN

A. PENGENDAPAN PROTEIN

Zat putih telur ( protein ) jika dalam larutan akan berupa sebuah koloid sebab tergolong molekul koloid. Dapat diendapkan oleh beberapa zat, sehingga terjadi reaksi-reaksi kimia, maupun koloid ( dispersi). Bisa berkedudukan sebagai emulsi ( reversible ) atau endapan ( irreversible ). Larutan protein terdiri atas albumin dan globulin.

1. Percobaan koagulasi panas

Untuk menentukan adanya sekedar garam ( dalam urine ), tambahkan beberapa tetes asam asetat encer ke dalam urine lalu dipanaskan, maka akan terjadi endapan alkali-tanah fosfat. Percobaan pemanasan asam asetat ini sangat penting bagi penentuan protein dalam urine.

2. Percobaan logam berat dalam protein

a. CuSO4

Teteskan CuSO4 encer, maka terjadi endapan, akan tetapi dalam penambahan seterusnya endapan dapat larut lagi ( reversible ), sebagai contoh pemakaian susu sebagai antidot pada peracunan CuSO4.

b. Pb( CH3COO )2

Tambahkan Pb( CH3COO )2 dalam bentuk padat ke larutan yang berisi protein, lalu dikocok, akan terjadi endapan yang tak berwarna. Percobaan ini biasanya dipakai untuk membebaskan protein dalam urine pada pemeriksaan kadar gulanya.

c. FeCl3¬

Tambahkan FeCl3 secara hati-hati ke dalam larutan protein maka akan terjadi endapan dan penambahan selanjutnya memungkinkan larut lagi. FeCl3 berfungsi menghentikan pendarahan yaitu dengan adanya pengendapan protein

3 Percobaan dengan HCl, HNO3, dan H2SO4 memberi garam yang bergugus basa

Larutan protein ditambah dengan HNO3 pekat. Pada perbatasan terdapat cincin tak berwarna dari protein yang mengendap. Mengencerkan larutan protein yang terlampau pekat, bila perlu percobaan dapat diulangi lagi. Percobaan ini sangat sensitif dan banyak digunakan dalam menentukan protein dalam urine. Jika terlihat cincin cokelat, disebabkan bereaksi dengan asam ureat, maka hal ini bukan penentuan protein.

4. Percobaan koagulasi dan denaturasi

Ke dalam 5 tabung reaksi dimasukkan 1 cc larutan 0.5% kasein dan ditambahkan 1 cc larutan dapar asetat dari masing-masing pH = 6,0;5,3;5.0;4,7;dan 3,8.

Campurkan baik-baik dan akan dihasilkan derajat kekeruhannya setelah 0, 10 dan 30 menit dan juga akan terbentuk endapan.

Setelah 30 menit panaskan di atas pemanas air. Pembentukan endapan kekeruhan paling cepat titik-isoelektriknya.

5. Percobaan dengan susu

Untuk percobaan ini diperlukan ” skimmed milk ” ( tak berlemak ).

Masukkan 100 cc susu ke dalam gelas kimia, lalu campurkan 100 cc air. Diaduk terus-menerus sambil diteteskan larutan HCl 10% hingga terlihat keping-keping dalam cairan itu, yaitu kasein yang mengendap pada titik -isoelektrik pH 4,7. Tambahkan asam yang berlebih, kasein larut kembali. Biarkan air tersebut selama 10 menit. Lalu tuangkan cairan itu ke dalam gelas kimia lainnya, sehingga sisanya yang masih ada disaring ( kasein dan cairan ).

a. Cairan yang masih mengandung protein dipanaskan, sehingga setengah cairannya menguap. Zat yang tertinggal merupakan koagulum protein, disaring dan filtratnya diambil untuk diperiksa terdapatnya laktosa secara reaksi osazon.Kedua protein tersebut adalah laktalbumin dan laktoglobulin.

b. Endapan kasein digiling dengan menambahkan sedikit air dalam sebuah mortir. Membagi dua bagian dan masing-masing diperiksa dengan Millon dan Biuret.

Sebagai keterangan bahwa susu merupakan yang maha penting bagi bayi. Ditinjau dari segi fisiko-kimia susu merupakan dispers halus, emulsi lemak dalam air. Zat yang dapat menstabilkan susu ( Stabilisator ) adalah protein. Ada kurang lebih 15 macam protein, dimana seluruhnya spesifik susu, yaitu protein yang khusus dibuat dalam kelenjar susu.

Yang terpenting adalah protein : kasein ( á , â , dan ã ), laktalbumin, laktoglobulin, dan laktoferin. Golongan protein ini mendominasi lainnya.

Pada percobaan ini digunakan susu yang hampir tidak mengandung lemak ” skimmed milk”.

B. METODE PENENTUAN PROTEIN

1. Refraktori ( menyelupkan refraktomer menurut Pulrich ) dengan standar kadar protein ∆n = 0,002/ 1% protein.Metode sangat cepat pelaksanaannya dan hanya memerlukan sedikit bahan, namun tidak spesifik jadi hanya baik buat orientasi ( pengenalan protein ).

2. Tetes Philips dan van Slijke, metode ini untuk penentuan ketebalan ( berat spesifik ) dengan cara meneteskan protein ke dalam larutan CuSO4 dari berbagai macam ketebalan. Metode ini baik dan cepat sebagai cara untuk testing dan screening ( misal serum dan darah ).

3. Penentuan kekeruhan dengan Nephelometer yaitu penentuan intensitas kekeruhan dengan memberikan standar sulfosalsilat pada larutan protein, namun metode ini jarang digunakan.

4. UV- spektrofotometri ( langsung ) yaitu untuk penentuan pada ekstinksi 280 nm ( khusus untuk triptofan dan tirosin ) dan pada 210 nm ( untuk peptida ). Metode ini cukup sensitif dan spesifik, standar dalam pemakaian protein murni dan autentik.

5. Fotometri ( reaksi warna ), yaitu dengan meneteskan biuret atau fenol ke dalm larutan protein. Dengan metode ini akan terjadi ikatan kompleks antara Cu ion dengan peptide, reaksi warna akan menjadi biru dari reagenisa biureet dan reduksi asam heteropoli. Metode ini banyak dipakai dan bagus untuk penentuan serial.

6. Titrimetri ( dengan sabun-invert menurut Chinard ). Pada metode ini akan terjadi pengandapananion-anion protein setelah diberikan jumlah ekivalen sabun-invert.

7. Penyisaan basah menurut Kjeldahl. Pada metode ini penentuan N total sebagai ion-NH4 dilakukan setelah zat-zat organik lainnya direaksikan dengan logam dan sebagainya ( mineralisasi ).Metode ini merupakan metode analitik klasik sehingga perlu persiapan lama dan N dari non protein ikut dalam perhitungan.

Sebagai keterangan, pada umumnya protein dibagi atas :

a. zat putih telur sederhana

Terdiri atas asam-asam amino, misal : protamin, albumin, globulin, histon dan albuminoda. Protamin adalah protein sederhana dengan berat molekul 2000-3000, sebagian besar terdiri atas arginin,. Terdapat pada spermatozoa ikan.Albumin yang termasuk albumin diantaranya serumalbumin, laktalbumin, yang termasuk globulin diantaranya fibrinogen, serumglobulin, laktoglobulin, yang termasuk histon adalah globin, albuminoidal merupakan protein untuk skelet, misalnya keratin, kolagen, alastin ( tidak mempunyai asam amino aromatic )

b. zat putih telur majemuk

Terdiri atas protein dan gugus lainnya, yaitu gugus prostetik, misal asam nukleat, asam fosfat, karbohidrat dan kromoplas.

3. PENUTUP

Protein sangatlah penting bagi kehidupan manusia karena pada dasarnya protein adalah penyusun dasar kehidupan tubuh pada makhluk hidup, sehingga sangatlah penting untuk kita ketahui suatu tentang protein walaupun hanya sedikit.Semua percobaan di atas pada dasarnya akan berhasil dengan hasil yang cukup memuaskan jika semua aspek yang mengganggu percobaan dapat diminimaliasikan, seperti bersihnya alat percobaan yang ada laboratorium, kehiginiesan bahan atau zat percobaan yang ada di laboratorium, kebersihan lingkungan laboratorium dan sebagainya.

Daftar pustaka:

Kusnawidjaja ,prof.dr.kurnia.Petunjuk Praktikum Biokimia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: